UAS Keamanan Sistem Informasi

shares |

 UAS Keamanan SI

Nama : Rindra Arkaan Fajri Ash Shiddiq

NIM : 231011701335

Kelas : 06SIFP009


Langkah 1. Jalankan aplikasi XAMPP Control Panel melalui menu Start atau ikon di Desktop. XAMPP berfungsi sebagai web server untuk menjalankan aplikasi berbasis PHP. Setelah aplikasi terbuka, klik tombol Start pada layanan Apache dan MySQL hingga keduanya berstatus Running yang ditandai dengan warna hijau.


Langkah 2. Menjalankan Apache dan MySQL
Setelah XAMPP terbuka, klik tombol Start pada layanan Apache dan MySQL hingga status keduanya berubah menjadi Running yang ditandai dengan warna hijau. Selanjutnya, salin (copy) folder jasa yang telah di-extract, kemudian tempelkan (paste) ke direktori:

C:\xampp\htdocs\



Langkah 3. Membuat Database di phpMyAdmin

Buka browser, kemudian akses http://localhost/phpmyadmin. Selanjutnya, buat database baru dengan nama jasa atau menggunakan nama Anda sendiri sesuai ketentuan. Setelah database berhasil dibuat, pilih menu Import, kemudian klik Choose File untuk memilih file jasa.sql yang terdapat pada folder database. Setelah file dipilih, klik tombol Import atau Go hingga proses import selesai dan seluruh tabel berhasil ditambahkan ke dalam database.



 

Langkah 4. Menyeting username, nama, dan password

Buka table user kemudian ganti username, nama, dan passsword sesuai nama anda.

 

Langkah 5. Menjalankan Aplikasi

Buka browser lalu ketik:

http://localhost/jasa

Jika aplikasi berhasil tampil, berarti Apache telah berjalan dengan baik.




Kesimpulan:

Berdasarkan proses yang telah dilakukan, Apache Web Server berhasil dikonfigurasi dan dijalankan dengan baik sehingga aplikasi berbasis PHP dapat diakses melalui browser menggunakan alamat http://localhost/jasa. Hal ini menunjukkan bahwa instalasi web server dan konfigurasi aplikasi telah berhasil dilakukan dengan benar.





SOAL 2

Langkah 1. Membuat Virtual Hard Disk

Pastikan Virtual Machine dalam keadaan mati (Power Off). Setelah itu, buka aplikasi Oracle VirtualBox, pilih Windows Server 2003, kemudian klik Settings. Masuk ke menu Storage, lalu pilih Add Hard Disk dan klik Create. Selanjutnya, pilih tipe penyimpanan VDI (VirtualBox Disk Image), pilih opsi Dynamically Allocated, tentukan kapasitas hard disk sebesar 15 GB, kemudian klik Create untuk menyelesaikan proses pembuatan Virtual Hard Disk.


Langkah 2. Membuka Disk Management

Jalankan Windows Server 2003, kemudian klik Start, klik kanan pada My Computer, lalu pilih Manage. Setelah jendela Computer Management terbuka, pilih menu Disk Management. Apabila muncul jendela Initialize Disk Wizard, klik tombol Next hingga proses selesai, kemudian klik Finish untuk menginisialisasi hard disk yang baru ditambahkan.


Langkah 3. Membuat Partisi Baru

Setelah hard disk berhasil diinisialisasi, klik kanan pada ruang penyimpanan yang berstatus Unallocated, kemudian pilih New Partition. Pada New Partition Wizard, pilih Primary Partition, lalu klik Next. Gunakan seluruh kapasitas hard disk yang tersedia, kemudian tentukan huruf drive, misalnya K:, dan klik Next. Selanjutnya, pilih sistem file NTFS, isi Volume Label sesuai kebutuhan (misalnya DATA), kemudian klik Finish untuk menyelesaikan proses pembuatan dan format partisi.




Langkah 4. Membuat Folder

Setelah proses pembuatan partisi selesai, buka drive K: melalui My Computer. Selanjutnya, klik kanan pada area kosong di dalam drive tersebut, pilih NewFolder, kemudian beri nama folder sesuai dengan nama mahasiswa sebagai tempat penyimpanan data.



Kesimpulan

Berdasarkan langkah-langkah yang telah dilakukan, Virtual Hard Disk berhasil dibuat dan dikonfigurasi dengan sistem file NTFS. Selain itu, partisi yang telah dibuat dapat digunakan sebagai media penyimpanan untuk menyimpan data dan folder sesuai kebutuhan.

SOAL 3

Langkah 1. Membuka phpMyAdmin

Buka browser, kemudian akses alamat http://localhost/phpmyadmin. Setelah halaman phpMyAdmin terbuka, klik menu New untuk membuat database baru. Masukkan nama database sesuai dengan nama mahasiswa atau sesuai ketentuan yang diberikan, kemudian klik Create. Setelah database berhasil dibuat, pilih database tersebut, lalu buka menu Import. Klik Choose File, pilih file jasa.sql, kemudian klik Go untuk memulai proses import database hingga selesai.


Langkah 2. Mengubah Koneksi Database

Buka file koneksi.php, kemudian sesuaikan nama database dengan database yang telah dibuat.




Langkah 3. Menguji Aplikasi

Setelah proses import database selesai, buka kembali phpMyAdmin, kemudian pilih database yang telah dibuat. Selanjutnya, buka tabel user dan ubah data username, nama, serta password sesuai dengan identitas mahasiswa, kemudian klik Go untuk menyimpan perubahan.

Setelah data berhasil diperbarui, buka browser dan akses alamat:

http://localhost/jasa

Jika aplikasi dapat ditampilkan dengan baik tanpa muncul pesan kesalahan (error), maka dapat disimpulkan bahwa koneksi antara aplikasi dan database telah berhasil dikonfigurasi dengan benar.







Kesimpulan

Berdasarkan langkah-langkah yang telah dilakukan, proses pembuatan database, import file jasa.sql, serta konfigurasi koneksi database ke aplikasi telah berhasil diselesaikan. Hal tersebut dibuktikan dengan aplikasi yang dapat dijalankan dan diakses tanpa mengalami kendala, sehingga menunjukkan bahwa koneksi antara aplikasi dan database telah berfungsi dengan baik.

SOAL 4

Langkah 1. Membuka phpMyAdmin

Buka browser, kemudian akses http://localhost/phpmyadmin dan pilih database aplikasi yang telah dibuat. Selanjutnya, buka tabel admin atau user, lalu klik menu Browse untuk menampilkan data pengguna. Pilih data yang akan diubah dengan menekan tombol Edit, kemudian pada kolom Function pilih opsi MD5. Masukkan password baru sesuai kebutuhan, lalu klik Go untuk menyimpan perubahan password dalam bentuk hash MD5.




Langkah 2. Menguji Login

Buka aplikasi, kemudian login menggunakan password yang telah diubah.

Kesimpulan

Berdasarkan langkah-langkah yang telah dilakukan, password pengguna berhasil diubah menggunakan metode MD5 sehingga tidak lagi disimpan dalam bentuk teks biasa (plain text). Dengan demikian, keamanan data login menjadi lebih baik karena password telah disimpan dalam bentuk hash yang lebih sulit dibaca secara langsung.

SOAL 5

Langkah 1. Membuka File Index

Buka folder aplikasi yang berada pada direktori:

C:\xampp\htdocs\jasa

Selanjutnya, cari file index.php kemudian buka menggunakan Notepad atau Notepad++. Setelah file terbuka, tambahkan nama mahasiswa pada halaman utama aplikasi sesuai ketentuan. Setelah selesai melakukan perubahan, simpan file dengan menekan Ctrl + S atau memilih menu Save.


Langkah 2. Menjalankan Aplikasi

Setelah perubahan pada file index.php disimpan, buka browser kemudian akses alamat:

http://localhost/jasa
Pastikan halaman utama aplikasi berhasil ditampilkan dan nama mahasiswa yang telah ditambahkan sebelumnya muncul dengan benar. Jika nama sudah terlihat pada halaman Home, maka proses perubahan tampilan aplikasi telah berhasil dilakukan.

Langkah 3. Membuka Command Prompt

Klik Start, kemudian pilih Run. Ketik cmd pada kolom yang tersedia, lalu klik OK atau tekan Enter untuk membuka Command Prompt. Setelah jendela Command Prompt terbuka, masuk ke direktori aplikasi dengan mengetik perintah berikut: 

cd C:\xampp\htdocs\jasa

Kemudian tekan Enter. Apabila folder aplikasi menggunakan nama yang berbeda, sesuaikan perintah tersebut dengan nama folder aplikasi yang digunakan.



Langkah 4. Mengunci File

Setelah berhasil masuk ke direktori aplikasi melalui Command Prompt, ketik perintah berikut:

attrib +R index.php

Kemudian tekan Enter. Perintah attrib +R digunakan untuk memberikan atribut Read Only pada file index.php, sehingga file tersebut tidak dapat diubah atau diedit secara langsung tanpa menghapus atribut tersebut terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk memberikan perlindungan dasar terhadap perubahan yang tidak disengaja pada file.





Langkah 5. Memastikan File Sudah Terkunci

Untuk memastikan bahwa file telah berhasil dikunci, ketik perintah berikut pada Command Prompt:

attrib index.php

Kemudian tekan Enter. Apabila pada hasil yang ditampilkan terdapat huruf R (Read Only), seperti contoh berikut:

R    C:\xampp\htdocs\jasa\index.php

maka dapat disimpulkan bahwa file index.php telah berhasil diberi atribut Read Only dan terlindungi dari perubahan atau pengeditan secara langsung.




Kesimpulan:

Berdasarkan langkah-langkah yang telah dilakukan, halaman Home pada aplikasi berhasil dimodifikasi dengan menambahkan identitas mahasiswa sesuai kebutuhan. Selain itu, file index.php juga berhasil diberi atribut Read Only menggunakan Command Prompt melalui perintah attrib +R. Dengan adanya atribut tersebut, file menjadi lebih terlindungi dari perubahan yang tidak disengaja, sehingga dapat meningkatkan keamanan dasar pada aplikasi.


Related Posts

0 comments:

Post a Comment